Rafiq Fruit
Tanaman Bonsai Berbuah
Minggu, 03 April 2016
Selasa, 29 Maret 2016
Minggu, 13 Juli 2014
Cara Membuat Kompos
Membuat Kompos dengan bahan
aktif EM4
Effective micro organism (EM4) adalah merupakan kultur campuran dari
microorganisme yang menguntungkan,bermanfa'at bagi kesuburan tanah maupun
pertumbuhan dan produksi tanaman,serta ramah lingkungan.
EM4 mengandung mikro organisme
fermentasi dan sintetik yg terdiri dari asam laktat (lactobacilus sp.)
Actinomycetes sp., Bakteri Foto sintetik (Rhodopseudomonas), Streptomyces sp., dan
ragi (yeast).
satu hal yg harus di perhatikan dalam aplikasi EM4 adalah jangka hidup dari mikro organisme yang terkandung di dalamnya. Dalam kondisi dorman di kemasan, EM4 dapat disimpan selama satu tahun.
satu hal yg harus di perhatikan dalam aplikasi EM4 adalah jangka hidup dari mikro organisme yang terkandung di dalamnya. Dalam kondisi dorman di kemasan, EM4 dapat disimpan selama satu tahun.
Selain bermanfa'at bagi peningkatan kesuburan tanah dan
tanaman, EM4 jugabermanfa'at untuk menfermentasi sampah organik menjadi pupuk
organik (pupuk kompos).
EM4 di gunakan sebagai bahan aktif dalam pembuatan pupuk kompos yang
biasa di sebut bokashi.
Berikut beberapa cara pengolahan sampah organik menjadi pupuk
kompos (bokashi) berdasarkan Indonesia Kyusei Nature Farming Societies.
Bokashi Jerami
Bahan:
1. 500 kg
jerami
2. 100 kg pupuk kandang
2. 100 kg pupuk kandang
3. 100 kg dedak
4. 300 kg sekam
5. 1 liter EM4
6. Molase (250 gr gula pasir/merah + 1 liter air)
7. air secukupnya
Cara pembuatan:
1.Buat larutan dengan EM4, gula pasir dan air.
2.campur dan aduk secara merata jerami, sekam dan dedak
3.siramkan larutan EM4 secara perlahan-lahan ke dalam adonan secara merata sampai kandungan air mencapai 30~40 %. Ukurannya adalah apabila dikepal dengan tangan, air tidak menetes dan bila dilepas maka adonan masih menggumpal, dan mekar.
4.Hamparkan adonan di atas ubin yg kering dgn ketinggian minimum 15~20 cm kemudian tutup dgn karung goni atau kain tebal selama 4-7 hari.
5.Pertahankan suhu gundukan adonan antara 40~50ocelcius. Jika suhu mendekati 50o c,
4. 300 kg sekam
5. 1 liter EM4
6. Molase (250 gr gula pasir/merah + 1 liter air)
7. air secukupnya
Cara pembuatan:
1.Buat larutan dengan EM4, gula pasir dan air.
2.campur dan aduk secara merata jerami, sekam dan dedak
3.siramkan larutan EM4 secara perlahan-lahan ke dalam adonan secara merata sampai kandungan air mencapai 30~40 %. Ukurannya adalah apabila dikepal dengan tangan, air tidak menetes dan bila dilepas maka adonan masih menggumpal, dan mekar.
4.Hamparkan adonan di atas ubin yg kering dgn ketinggian minimum 15~20 cm kemudian tutup dgn karung goni atau kain tebal selama 4-7 hari.
5.Pertahankan suhu gundukan adonan antara 40~50ocelcius. Jika suhu mendekati 50o c,
karung di buka dan gundukan adonan di aduk aduk, baru di tutup kembali. Suhu
tinggi akan menyebabkan bokashi akan rusak. Pengecekan suhu di lakukan setiap 5
jam.
6.Pada hari ke 4~7 kompos telah matang, sehingga panas tidak tinggi lagi. Apabila dibuka nampak ditumbuhi jamur berwarna putih dan bila dipegang terasa hangat. Kompos ini sudah bisa digunakan tetapi belum hancur sehingga bentuk dan ukuran masih seperti bahan baku. Untuk menjadikan kompos halus harus menunggu selama 21 hari. Selama Proses penghancuran gundukan kompos diaduk setiap satu minggu sekali.
7.Gunakan bokashi sebagai pupuk organik setelah 4~7 hari di lakukan fermentasi. Sebelumnya pupuk diangin-anginkan terlebih dahulu agar sama dgn suhu ruangan.
Dengan komposisi ini akan di hasilkan pupuk sebanyak satu ton.
6.Pada hari ke 4~7 kompos telah matang, sehingga panas tidak tinggi lagi. Apabila dibuka nampak ditumbuhi jamur berwarna putih dan bila dipegang terasa hangat. Kompos ini sudah bisa digunakan tetapi belum hancur sehingga bentuk dan ukuran masih seperti bahan baku. Untuk menjadikan kompos halus harus menunggu selama 21 hari. Selama Proses penghancuran gundukan kompos diaduk setiap satu minggu sekali.
7.Gunakan bokashi sebagai pupuk organik setelah 4~7 hari di lakukan fermentasi. Sebelumnya pupuk diangin-anginkan terlebih dahulu agar sama dgn suhu ruangan.
Dengan komposisi ini akan di hasilkan pupuk sebanyak satu ton.
Bokashi Pupuk Kandang.
Bahan:
1. 300 kg pupuk kandang.
2. 50 kg dedak.
3. 150 kg sekam.
4. 200 ml Molase atau gula pasir/merah yg di haluskan 20 sendok makan.
5. 500 ml (50 sendok makan) EM4.
6. Air secukupnya.
Cara Pembuatan:
1. Buat larutan yg terdiri dari gula, EM4 dan air.
2. Campur pupuk kandang, sekam dan dedak, secara mereta.
3. Siramkan larutan EM4 secara perlahan-lahan ke dalam adonan secara merata sampai kandungan air mencapai 30~40 %. ukurannya adalah apabila di kepal dengan tangan, air tidak menetes dan bila dilepas maka adonan masih menggumpal, dan mekar.
4. Hamparkan adonan di atas ubin yg kering dgn ketinggian minimum 15~20 cm kemudian tutup dgn karung goni atau kain tebal selama 4~7 hari.
5. Pertahankan suhu gundukan adonan antara 40~50o celcius. Jika suhu mendekati 50o c karung dibuka dan gundukan adonan diaduk-aduk, baru ditutup kembali. Suhu tinggi akan menyebabkan bokashi akan rusak.Pengecekan suhu dilakukan setiap 5 jam.
6. Pada hari ke 4~7 kompos telah matang, sehingga panas tidak tinggi lagi. Apabila dibuka nampak ditumbuhi jamur berwarna putih dan bila dipegang terasa hangat. Kompos ini sudah bisa digunakan tetapi belum hancur sehingga bentuk dan ukuran masih seperti bahan baku. Untuk menjadikan kompos halus harus menunggu selama 21 hari. Selama Proses penghancuran gundukan kompos diaduk setiap satu minggu sekali.
7. Gunakan bokashi sebagai pupuk organik setelah 4~7 hari di lakukan fermentasi. Sebelumnya pupuk diangin-anginkan terlebih dahulu agar sama dgn suhu ruangan.
Selamat mencoba, dan semoga bermanfaat.
Sabtu, 12 Juli 2014
Tanaman Buah Dalam Pot
Tanaman hias
untuk ruangan kerja atau ruangan tamu serta lobi sebuah hotel tidak hanya
berupa bunga dan tanaman tanpa bunga. Tanaman hias itu juga bisa berupa tanaman
buah dalam pot yang populer dengan sebutan tabulampot.
Tanaman buah dalam pot lebih asyik
dan nikmat dipandang, dibandingkan dengan tanaman hias berupa bunga dan
nonbunga. Kenikmatan ganda bisa diperoleh dari tanaman buah dalam pot. Selain
bisa memandangi indahnya bunga dan menghirup wangi bunga, kita juga bisa
menikmati indahnya buah yang menguning bergantungan pada dahan atau Rantingnya.
“Buah yang menggantung itu juga
lambang keberhasilan.” Jika menanam tanaman, yang diharapkan tumbuh adalah hanya sekedar batang
dan daun itu gampang, semua orang bisa melakukannya. Tetapi, kalau harus
tumbuh batang, daun, dan keluar bunga lalu berbuah, tidak semua orang bisa.
“Hanya orang-orang yang benar-benar mencintai tanaman dan tekun merawatnya yang
bisa membuat tanaman itu berbunga dan berbuah.”
“Kebahagiaan yang kita peroleh
adalah bisa melihat Tanaman itu berbuah lebat, memetik urusan lain, sayang kalau
segera dipetik. Nah, kalau sudah masak benar baru dipetik dan dimakan. Jika
kita mengikuti tanaman buah dalam pot sejak awal tanam sampai berbunga dan
kemudian buahnya bergantungan, wah sungguh membuat kita jadi bahagia sekali,”
Adapun buah-buahan yang bisa ditanam dalam pot antara lain belimbing, jambu air, jambu biji, jeruk-jerukan, sawo, delima, kelengkeng, mangga dll.
Tanaman buah dalam pot yang awalnya
digagas bagi penghuni rumah sehat sederhana yang sempit pekarangannya untuk
berkebun itu kini berkembang menjadi tanaman hias. Kendati demikian, tanaman
buah dalam pot yang di dunia hanya dikembangkan di Indonesia ini belum begitu populer.
Penggemarnya masih terbatas. Bisa jadi hal itu disebabkan karena butuh ketekunan
dan memerlukan perawatan tersendiri.
Minggu, 18 Mei 2014
Kandungan Unsur Hara Pada Pupuk & Manfaatnya Bagi Tanaman
Pupuk NPK (Nitrogen Phospate Kalium)
Pupuk NPK merupakan pupuk majemuk yang mengandung unsur hara utama lebih dari dua jenis. Dengan kandungan unsur hara Nitrogen 15 % dalam bentuk NH3, fosfor 15 % dalam bentuk P2O5, dan kalium 15 % dalam bentuk K2O. Sifat Nitrogen (pembawa nitrogen ) terutama dalam bentuk amoniak akan menambah keasaman tanah yang dapat menunjang pertumbuhan tanaman.(Hardjowigeno, 1992).
Pupuk Urea
[(CO (NH2)2] Urea merupakan pupuk buatan hasil persenyawaan NH4 (ammonia) dengan CO2. Bahan dasarnya biasanya berupa gas alam dan merupakan ikatan hasil tambang minyak bumi. Kandungan N total berkisar antara 45-46 %. Dalam proses pembuatan Urea sering terbentuk senyawa biuret yang merupakan racun bagi tanaman kalau terdapat dalam jumlah yang banyak. Agar tidak mengganggu kadar biuret dalam Urea harus kurang 1,5-2,0 %. Kandungan N yang tinggi pada Urea sangat dibutuhkan pada pertumbuhan awal tanaman. (Ruskandi, 1996).
Pupuk SP 36 (Superphospat 36)
SP 36 merupakan pupuk fosfat yang berasal dari batuan fosfat yang ditambang. Kandungan unsur haranya dalam bentuk P2O5 SP 36 adalah 46 % yang lebih rendah dari TSP yaitu 36 %. Dalam air jika ditambahkan dengan ammonium sulfat akan menaikkan serapan fosfat oleh tanaman. Namun kekurangannya dapat mengakibatkan pertumbuhan tanaman menjadi kerdil, lamban pemasakan dan produksi tanaman rendah. (Hakim, dkk, 1986).
Pupuk KCl (Kalium Clorida)
Pembuatan pupuk KCl melalui proses ekstraksi bahan baku (deposit K) yang kemudian diteruskan dengan pemisahan bahan melalui penyulingan untuk menghasilkan pupuk KCl. Kalium Clorida (KCl) merupakan salah satu jenis pupuk kalium yang juga termasuk pupuk tunggal. Kalium satu-satunya kation monovalen yang esensial bagi tanaman. Peran utama kalium ialah sebagai aktivator berbagai enzim.
Kandungan utama dari endapan tambang kalsium adalah KCl dan sedikit K2SO4. Hal ini disebabkan karena umumnya tercampur dengan bahan lain seperti kotoran, pupuk ini harus dimurnikan terlebih dahulu. Hasil pemurniannya mengandung K2O sampai 60 %. Pupuk Kalium (KCl) berfungsi mengurangi efek negative dari pupuk N, memperkuat batang tanaman, serta meningkatkan pembentukan hijau daun dan karbohidrat pada buah dan ketahanan tanaman terhadap penyakit.
Kekurangan hara kalium menyebabkan tanaman kerdil, lemah (tidak tegak, proses pengangkutan hara pernafasan dan fotosintesis terganggu yang pada akhirnya mengurangi produksi. Kelebihan kalium dapat menyebabkan daun cepat menua sebagai akibat kadar Magnesium daun dapat menurun. Kadang-kadang menjadi tingkat terendah sehingga aktivitas fotosintesa terganggu.
Pupuk Kompos
Kandungan pupuk kompos adalah bahan organik yang mencapai 18 % bahkan ada yang mencapai 59 %. Unsur lain yang dikandung oleh kompos adalah nitrogen, fosfor, kalsium, kalium dan magnesium. Manfaat bokhasi pada lahan pertanian yaitu : mampu menggantikan dan mengefektifkan penggunaan pupuk kimia (anorganik) sehingga biaya pembelian pupuk dapat ditekan, bebas dari biji tanaman liar (gulma), tidak berbau dan mudah digunakan dan memperbaiki derajat keasaman tanah, selain itu sangat berguna untuk menyuburkan tanaman.
Langganan:
Postingan (Atom)
