Membuat Kompos dengan bahan
aktif EM4
Effective micro organism (EM4) adalah merupakan kultur campuran dari
microorganisme yang menguntungkan,bermanfa'at bagi kesuburan tanah maupun
pertumbuhan dan produksi tanaman,serta ramah lingkungan.
EM4 mengandung mikro organisme
fermentasi dan sintetik yg terdiri dari asam laktat (lactobacilus sp.)
Actinomycetes sp., Bakteri Foto sintetik (Rhodopseudomonas), Streptomyces sp., dan
ragi (yeast).
satu hal yg harus di perhatikan dalam aplikasi EM4 adalah jangka hidup dari mikro organisme yang terkandung di dalamnya. Dalam kondisi dorman di kemasan, EM4 dapat disimpan selama satu tahun.
satu hal yg harus di perhatikan dalam aplikasi EM4 adalah jangka hidup dari mikro organisme yang terkandung di dalamnya. Dalam kondisi dorman di kemasan, EM4 dapat disimpan selama satu tahun.
Selain bermanfa'at bagi peningkatan kesuburan tanah dan
tanaman, EM4 jugabermanfa'at untuk menfermentasi sampah organik menjadi pupuk
organik (pupuk kompos).
EM4 di gunakan sebagai bahan aktif dalam pembuatan pupuk kompos yang
biasa di sebut bokashi.
Berikut beberapa cara pengolahan sampah organik menjadi pupuk
kompos (bokashi) berdasarkan Indonesia Kyusei Nature Farming Societies.
Bokashi Jerami
Bahan:
1. 500 kg
jerami
2. 100 kg pupuk kandang
2. 100 kg pupuk kandang
3. 100 kg dedak
4. 300 kg sekam
5. 1 liter EM4
6. Molase (250 gr gula pasir/merah + 1 liter air)
7. air secukupnya
Cara pembuatan:
1.Buat larutan dengan EM4, gula pasir dan air.
2.campur dan aduk secara merata jerami, sekam dan dedak
3.siramkan larutan EM4 secara perlahan-lahan ke dalam adonan secara merata sampai kandungan air mencapai 30~40 %. Ukurannya adalah apabila dikepal dengan tangan, air tidak menetes dan bila dilepas maka adonan masih menggumpal, dan mekar.
4.Hamparkan adonan di atas ubin yg kering dgn ketinggian minimum 15~20 cm kemudian tutup dgn karung goni atau kain tebal selama 4-7 hari.
5.Pertahankan suhu gundukan adonan antara 40~50ocelcius. Jika suhu mendekati 50o c,
4. 300 kg sekam
5. 1 liter EM4
6. Molase (250 gr gula pasir/merah + 1 liter air)
7. air secukupnya
Cara pembuatan:
1.Buat larutan dengan EM4, gula pasir dan air.
2.campur dan aduk secara merata jerami, sekam dan dedak
3.siramkan larutan EM4 secara perlahan-lahan ke dalam adonan secara merata sampai kandungan air mencapai 30~40 %. Ukurannya adalah apabila dikepal dengan tangan, air tidak menetes dan bila dilepas maka adonan masih menggumpal, dan mekar.
4.Hamparkan adonan di atas ubin yg kering dgn ketinggian minimum 15~20 cm kemudian tutup dgn karung goni atau kain tebal selama 4-7 hari.
5.Pertahankan suhu gundukan adonan antara 40~50ocelcius. Jika suhu mendekati 50o c,
karung di buka dan gundukan adonan di aduk aduk, baru di tutup kembali. Suhu
tinggi akan menyebabkan bokashi akan rusak. Pengecekan suhu di lakukan setiap 5
jam.
6.Pada hari ke 4~7 kompos telah matang, sehingga panas tidak tinggi lagi. Apabila dibuka nampak ditumbuhi jamur berwarna putih dan bila dipegang terasa hangat. Kompos ini sudah bisa digunakan tetapi belum hancur sehingga bentuk dan ukuran masih seperti bahan baku. Untuk menjadikan kompos halus harus menunggu selama 21 hari. Selama Proses penghancuran gundukan kompos diaduk setiap satu minggu sekali.
7.Gunakan bokashi sebagai pupuk organik setelah 4~7 hari di lakukan fermentasi. Sebelumnya pupuk diangin-anginkan terlebih dahulu agar sama dgn suhu ruangan.
Dengan komposisi ini akan di hasilkan pupuk sebanyak satu ton.
6.Pada hari ke 4~7 kompos telah matang, sehingga panas tidak tinggi lagi. Apabila dibuka nampak ditumbuhi jamur berwarna putih dan bila dipegang terasa hangat. Kompos ini sudah bisa digunakan tetapi belum hancur sehingga bentuk dan ukuran masih seperti bahan baku. Untuk menjadikan kompos halus harus menunggu selama 21 hari. Selama Proses penghancuran gundukan kompos diaduk setiap satu minggu sekali.
7.Gunakan bokashi sebagai pupuk organik setelah 4~7 hari di lakukan fermentasi. Sebelumnya pupuk diangin-anginkan terlebih dahulu agar sama dgn suhu ruangan.
Dengan komposisi ini akan di hasilkan pupuk sebanyak satu ton.
Bokashi Pupuk Kandang.
Bahan:
1. 300 kg pupuk kandang.
2. 50 kg dedak.
3. 150 kg sekam.
4. 200 ml Molase atau gula pasir/merah yg di haluskan 20 sendok makan.
5. 500 ml (50 sendok makan) EM4.
6. Air secukupnya.
Cara Pembuatan:
1. Buat larutan yg terdiri dari gula, EM4 dan air.
2. Campur pupuk kandang, sekam dan dedak, secara mereta.
3. Siramkan larutan EM4 secara perlahan-lahan ke dalam adonan secara merata sampai kandungan air mencapai 30~40 %. ukurannya adalah apabila di kepal dengan tangan, air tidak menetes dan bila dilepas maka adonan masih menggumpal, dan mekar.
4. Hamparkan adonan di atas ubin yg kering dgn ketinggian minimum 15~20 cm kemudian tutup dgn karung goni atau kain tebal selama 4~7 hari.
5. Pertahankan suhu gundukan adonan antara 40~50o celcius. Jika suhu mendekati 50o c karung dibuka dan gundukan adonan diaduk-aduk, baru ditutup kembali. Suhu tinggi akan menyebabkan bokashi akan rusak.Pengecekan suhu dilakukan setiap 5 jam.
6. Pada hari ke 4~7 kompos telah matang, sehingga panas tidak tinggi lagi. Apabila dibuka nampak ditumbuhi jamur berwarna putih dan bila dipegang terasa hangat. Kompos ini sudah bisa digunakan tetapi belum hancur sehingga bentuk dan ukuran masih seperti bahan baku. Untuk menjadikan kompos halus harus menunggu selama 21 hari. Selama Proses penghancuran gundukan kompos diaduk setiap satu minggu sekali.
7. Gunakan bokashi sebagai pupuk organik setelah 4~7 hari di lakukan fermentasi. Sebelumnya pupuk diangin-anginkan terlebih dahulu agar sama dgn suhu ruangan.
Selamat mencoba, dan semoga bermanfaat.
